Sebagai bagian dari program penguatan dan pemeliharaan kompetensi teknis di bidang evaluasi sensori, sebanyak dua Asesor Kompetensi LSP Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan (LSP JMKP) berpartisipasi dalam kegiatan SPISE 2026 yang diselenggarakan di Nha Trang, Vietnam, pada Juli 2026. Kedua Asesor Kompetensi LSP JMKP tersebut adalah Dase Hunaefi dan Zen Fauzan.
SPISE 2026 merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan profesional untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan berupa workshop, symposium, presentasi hasil riset, diskusi ilmiah, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi asesor LSP JMKP untuk memperoleh pembaruan pengetahuan dan memahami perkembangan terkini yang relevan dengan bidang pangan dan evaluasi sensori.
Pada kesempatan tersebut, Dase Hunaefi berhasil mempresentasikan hasil riset berjudul “Integrating Sensory Attributes, Emotional Responses and Ideal Profile Mapping to Optimize Consumer Acceptance of Instant Chocolate Powdered Drinks.” Riset tersebut menunjukkan bahwa penerimaan konsumen terhadap produk tidak hanya ditentukan oleh atribut sensori seperti rasa, aroma, dan tekstur, tetapi juga dipengaruhi oleh respons emosional konsumen serta kedekatan antara karakteristik produk dengan profil ideal yang diharapkan konsumen. Hasil penelitian ini memberikan perspektif yang lebih luas mengenai pendekatan evaluasi produk dan pemahaman terhadap perilaku serta preferensi konsumen.
Partisipasi Dase Hunaefi dan Zen Fauzan dalam rangkaian workshop dan symposium SPISE 2026 merupakan bagian dari upaya memastikan asesor kompetensi senantiasa memperoleh pengembangan profesional berkelanjutan sesuai dengan bidang kompetensi yang diampunya. Penguatan kompetensi teknis asesor menjadi penting agar asesor tidak hanya memiliki kemampuan dalam metodologi asesmen, tetapi juga tetap mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, metode, dan praktik terbaru di bidangnya.
Forum internasional seperti SPISE 2026 juga memberikan ruang bagi asesor untuk melakukan pertukaran wawasan dengan para ahli dari berbagai negara, memperoleh referensi terhadap pendekatan dan metode terbaru, serta memperluas jejaring profesional. Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu sumber pembelajaran dalam meningkatkan kualitas, kedalaman, dan relevansi proses asesmen kompetensi.
Bagi LSP JMKP, pengembangan kompetensi asesor merupakan bagian penting dari upaya menjaga mutu pelaksanaan sertifikasi kompetensi. Asesor yang memiliki wawasan teknis yang terus diperbarui diharapkan mampu melakukan penggalian bukti, memberikan pertanyaan, serta mengambil keputusan asesmen secara lebih tepat, objektif, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Melalui partisipasi dalam SPISE 2026, LSP JMKP menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kapasitas asesor melalui keterlibatan dalam kegiatan ilmiah, workshop, symposium, pelatihan, maupun forum profesional lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional.